Udah Punya Asuransi Kesehatan, Masih Perlu Asuransi Sakit Kritis?

Pertanyaan ini paling sering muncul, dan jawabannya: perlu, dan ga ada ruginya sama sekali kalau punya keduanya.Beda fungsi, beda cara kerjaAsuransi kesehatan itu sifatnya reimbursement atau cashless langsung ke rumah sakit — nutupin biaya kamar, tindakan medis, dan obat selama rawat inap atau rawat jalan.Asuransi sakit kritis kerjanya beda. Begitu didiagnosa salah satu dari penyakit kritis yang ditanggung (biasanya puluhan jenis penyakit), tertanggung langsung dapat santunan tunai sekaligus, terlepas dari berapa biaya rumah sakit yang sebenarnya dikeluarkan.Kenapa dua-duanya dibutuhkan barengAsuransi kantor atau BPJS biasanya cuma nutup biaya rumah sakit, dan itu pun sering ada batasan plafon. Belum tentu ada komponen santunan tunai buat menutup kebutuhan di luar rumah sakit — kayak pengganti penghasilan yang hilang selama masa pemulihan.Kalau pernah kena sakit kritis sebelumnyaKondisi yang pernah terdiagnosa biasanya masuk kategori pre-existing dan bisa jadi pengecualian. Tapi ini ga otomatis bikin pengajuan ditolak — bisa tetap diajukan dan diserahkan ke tim underwriting buat dievaluasi sesuai fakta kondisi kesehatan yang ada.Intinya, asuransi kesehatan dan sakit kritis itu saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Semakin lengkap lapisan proteksinya, semakin kecil beban finansial yang harus ditanggung keluarga kalau risiko itu benar terjadi.

Facebook
X
LinkedIn

Form Simulasi Premi

Dapatkan Penawaran Premi untuk Asuransi Santunan Sakit Kritis Allianz

Jenis Kelamin

Merokok

Min. Rp200 juta — Max. Rp12 miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *